02.08.2009
Orthopaedic Gathering 2009 II
Tanggal 1-2 Agustus 2009 boleh dibilang hari yang menyenangkan bagi keluarga besar Orthopaedi FKUI. Pada hari tersebut, Orthopaedi FKUI kembali mengadakan acara Orthopaedic Gathering yang kali ini bertempat di Lido Lakes, Sukabumi.
Walaupun merupakan acara rutin dua kali setahun, gathering kali ini tetap menjadi acara yang dinanti-nantikan dengan antusias, tidak hanya oleh residen tetapi juga oleh para konsulen. Hal tersebut tampak dari banyaknya konsulen dan keluarga yang hadir seperti keluarga besar Prof. Broto, Prof. Errol, dr. Ifran, dr. Ismail, dll.
Sejak subuh, para residen telah tampak berkumpul di RSCM dan RS Fatmawati untuk berangkat bersama menuju ke Lido Lakes, Sukabumi. Walaupun sedikit terlambat berangkat, rombongan dapat tiba tepat waktu di tempat. Setelah beristirahat makan siang sejenak di villa masing-masing, rombongan bergerak menuju Lido's Game Park untuk bermain paint ball.
Suasana Lido's Game Park yang semula tenang berubah menjadi medan peperangan yang seru antara tim-tim paint ball yang dibentuk oleh rombongan residen FKUI. Selain suara-suara tembakan, teriakan-teriakan para penonton turut memecah keheningan hutan pinus yang teduh. Puas bermain paint ball, rombongan yang sebagian besar memar-memar tertembak peluru menuju ke danau Lido untuk mengikuti permainan lainnya.
Duck racing merupakan perlombaan yang telah disiapkan panitia untuk rombongan. Rombongan dibagi kedalam beberapa kelompok untuk estafet mengayuh "bebek air" menuju ke tengah danau untuk mengambil bola yang sebelumnya telah diletakkan di sana. Beberapa residen tampak lancar mengemudikan bebek air sementara beberapa tampak begitu kerepotan sehingga arena perlombaan estafet duck race tak urung berubah menyerupai arena "bom bom car". Agaknya permainan yang lebih tepat disebut bebek senggol daripada duck race ini cukup menyita tenaga para residen. Residen yang mengemudikan bebek tersebut tampak berjalan sempoyongan dan bernafas ngos-ngosan. Namun hal itu tentu saja tidak menyurutkan niat rombongan untuk mengikuti permainan berikutnya yang menuntut para residen untuk berbasah-basahan.
Polo air. Yah, itulah permainan berikutnya. Permainan polo air yang dilakukan tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku sehingga jumlah pemain dapat berganti-ganti sesuka hati. Pemain yang lelah bisa dengan sendiri menyingkir ke pinggir kolam untuk menyantap bakso, dan bila sewaktu-waktu didekati bola dapat segera terjun ke air menyambar bola tersebut. Permainan pun menjadi semakin seru tatkala para pemain mulai menggunakan prinsip "bola boleh lewat, orang tidak boleh lewat". Kolam renang menjadi saksi bisu kemesraan para residen yang saling berangkulan menahan lawan supaya tidak dapat mencapai bola. Permainan berjalan sedemikian seru sehingga air kolam yang memasuki perut para pemain tidak bisa menghentikan para pemain membuka mulut meminta operan bola.
Setelah beristirahat, acara dilanjutkan dengan gala dinner bersama dan acara hiburan. Dalam acara ini, residen semester 0-1 mempersembahkan parodi KPU, yang ternyata bukan singkatan dari Komisi Pemilihan Umum yang belakangan sering mendapat sorotan publik, melainkan singkatan dari Kafe Pijat Ueenak yang memberikan segala macam servis, mulai dari penyembuhan tulan hingga ke servis "plus-plus". Residen semester 5 mempersembahkan nyanyian yang meriah, yang akhirnya memicu Prof. Broto untuk dan Bu Lisa untuk dance. Tidak mau kalah, para residen dan keluarga konsulen juga silih berganti menyumbangkan suara sehingga acara hiburan demikian meriahnya, hingga tiada terasa waktu telah menunjukkan pukul 23 lebih.
Pukul 06.00 keesokan harinya, rombongan telah berkumpul di restoran untuk menyantap sarapan pagi, untuk kemudian berangkat bersama menuju ke pulau biola yang harus dicapai dengan berjalan kaki. Setibanya di pulau biola, kelapa muda dan rangkaian permainan lain telah menunggu rombongan, mulai dari tarik tambang, lompat karung, bakiak, hingga ke "bola 3 kaki". Permainan-permainan ini tidak hanya melibatkan para residen, para konsulen dan sekretaris pun aktif turut serta dalam berbagai perlombaan. Acara kemudian ditutup dengan foto-foto dan makan siang bersama.
Setelah makan siang bersama.tantangan bagi rombongan ternyata belum selesai. Rombogan diwajibkan kembali ke villa masing-masing melintasi danau lido dengan cara Flying Fox yang ketinggiannya mencapai 22 m di atas permukaan danau.
Setelah kembali ke villa masing-masing, rombongan berkemas dan kembali ke Jakarta. Selamat kepada panitia yang telah berhasil dengan sukses menyelenggarakan gathering ini. Kita tunggu gathering berikutnya, dan jangan lupakan pula acara binroh seperti nasihat Prof. Errol. (Phd)

|
|
|